Tinggal di daerah iklim tropis memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Daerah tropis yang hanya memiliki dua musim cenderung memiliki cuaca yang tidak terlalu ekstrem seperti di daerah dengan iklim lainnya. Dengan cuaca yang tidak terlalu ekstrem, suhu rata-rata di daerah tropis juga cenderung stabil yaitu hangat atau panas. Untuk beberapa orang suhu yang panas ini bisa diatasi dengan menggunakan AC (Air Conditioner) pada ruang.
Penggunaan AC memang merupakan solusi termudah dan tercepat dalam mengatasi suhu panas, namun juga perlu diingat
bahwa AC mengkonsumsi biaya listrik yang besar dan yang paling penting adalah penyumbang panas pada bumi hingga suhu bumi meningkat atau global warming.
bahwa AC mengkonsumsi biaya listrik yang besar dan yang paling penting adalah penyumbang panas pada bumi hingga suhu bumi meningkat atau global warming.
Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menurunkan suhu panas dalam ruangan tanpa menggunakan AC.
1. Greenery
Jika anda memiliki halaman rumah yang luas, menambahkan penghijauan di lingkungan anda akan menurunkan suhu secara drastis. Pepohonan juga merupakan buffer (penghalang) yang baik bagi debu dan suara.
Namun bagi anda yang memiliki halaman rumah yang sempit dan pas-pasan, tentunya akan susah untuk menanam pohon besar untuk peneduh. Tapi bukan berarti anda tidak bisa menambahkan penghijauan di rumah anda. Penghijauan bisa di’akali’ dengan menggunakan tanaman rambat pada dinding atau pada atap, apalagi saat ini taman di bagian atap bukan hal yang baru semenjak isu global warming. Meskipun tanaman rambat tidak mampu menurunkan suhu seefektif pohon teduh, namun jangan salah sangka karena tanaman tetap akan megeluarkan oksigen ketika berfotosintesis. Tentunya hal ini akan memberikan udara yang lebih sejuk dan segar pada rumah anda.
2. Material
Material tentunya merupakan hal yang sangat penting dalam membangun rumah dan merupakan hal yang menentukan suhu ruangan. Jika anda memilih menggunakan beton yang kokoh, anda akan merasa lebih aman berada di rumah tersebut. Tapi sifat beton yang menyerap panas dan mengeluarkan panas tersebut di malam hari akan meningkatkan suhu rumah anda.
Material yang sangat bagus untuk mempertahankan suhu di dalam rumah adalah material alami seperti kayu dan bambu. Material alami ini seolah bernafas dan memberikan sirkulasi yang lebih lancar pada ruangan. Dan perlu diperhatikan juga bahwa kayu tidak melepaskan panas layaknya beton, kayu hanya akan memuai ketika menyerap panas dan menyusut kembali ketika suhu menurun.
Namun menggunakan kayu dan bambu pada bangunan tidak sepenuhnya baik karena jika anda tidak memilih sumber material alami ini dengan benar, anda malah mendukung pemanasan global. Jika ingin menggunakan material alami, pastikan anda mendapatkannya dari supplier bersertifikat resmi dan tidak merusak lingkungan (kayu yang anda gunakan ditanam kembali).
Jika masih merasa ragu untuk menggunakan 100% kayu atau bambu, coba gunakan material ini pada beberapa titik tertentu pada rumah. Misalnya pada sisi rumah yang paling banyak dilewati angin, atau pada bagian rumah yang bersebelahan langsung dengan pohon sehingga udara sejuk dan segar bisa masuk ke dalam rumah dengan lebih mudah.
3. Water Element
Air merupakan salah satu elemen alami yang mampu menurunkan suhu disekitarnya. Coba tambahkan kolam di dalam atau di luar rumah, kolam ini mampu menurunkan suhu panas dalam ruangan serta memberikan udara sejuk disekitarnya. Kelebihan lain dari air adalah suaranya. Suara gemericik air mampu memberikan perasaan tenang dan relaks.
Namun perlu diingat bahwa air atau dalam hal ini kolam memerlukan perawatan yang cukup rutin. Jika tidak dibersihkan secara rutin, kolam bisa menjadi penyakit bagi penghuni rumah. But, the choice is yours!
4. Learn from Bali Tradisional House
Rumah tradisional Bali memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan rumah tradisional daerah lain. Jika rumah tradisional daerah lain merupakan sebuah rumah yang berdiri sendiri dalam satu lahan, maka rumah tradisional Bali terdiri dari beberapa bangunan dalam satu kawasan, layaknya sebuah komplek.
Keunikan ini tidak hanya untuk memberikan keindahan semata, namun memiliki keuntungan dari segi fisika bangunan. Pada bangunan tradisional Bali setiap ruang harus memiliki minimal dua sisi yang berbatasan langsung dengan ruang luar. Berarti, setiap ruangan nyaris tidak berhubungan dengan ruang yang lain.
Lalu apa keuntungan dan hubungannya dengan menurunkan suhu? Karena setiap ruang minimal berbatasan dengan minimal dua ruang luar, maka bentangan ruang menjadi pendek. Sehingga sirkulasi udara di dalam ruang tersebut lebih merata karena jarak bangunan lebih pendek. Jadi, tidak ada salahnya mencoba meniru prinsip membangun rumah seperti rumah tradisional Bali jika ingin memangkas penggunaan AC di rumah anda.
Itulah beberapa cara mudah mengatasi suhu panas dalam ruangan tanpa menggunakan AC. Anda pun secara tidak langsung mendukung pencegahan Global Warming dan tentunya dapat menghemat pengeluaran listrik.
Cara yang mana yang akan anda gunakan? Atau anda memiliki cara lainnya? Silahkan berbagi disini ya.
(Content By: Uti)
(Content By: Uti)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar